Korban Kerusuhan Buol Minta Keadilan, Sejumlah korban penembakan polisi di kabupaten Buol, Sulawesi Tengah minta keadilan. Sebab mereka mengaku tidak terlibat dalam aksi kerusuhan. Saat kerusuhan terjadi mereka mengaku hanya melintas di wilayah itu. Namun tiba-tiba peluru menembus tubuhnya.
Rio misalnya. Ia mengaku pada Rabu (1/9) sore , keluar rumah untuk sebuah keperluan. Setelah pulang dia melihat polisi sudah dalam posisi siap tembak semua. Namun tiba-tiba terdengar letusan. Dan ia pun terluka di bagian pipi. "Pipi saya terserempet peluru," kata Rio, Kamis (2/9).
Begitu pun Iksan Mangge. Pegawai Hubungan Masyarakat (Humas) Pemerintah Kabupaten Buol ini mengaku hanya keluar rumah beli kue untuk buka puasa. Namun tiba-tiba saja ada polisi yang menembak. "Waktu itu saya tidak tahu kalau ada polisi. Tiba-tiba saya ditembak," ujar Iksan.
Iksan tak bisa berdiri lama karena luka tembak tembus dari punggung ke perut kiri masih sering mengelarkan darah.
Rio misalnya. Ia mengaku pada Rabu (1/9) sore , keluar rumah untuk sebuah keperluan. Setelah pulang dia melihat polisi sudah dalam posisi siap tembak semua. Namun tiba-tiba terdengar letusan. Dan ia pun terluka di bagian pipi. "Pipi saya terserempet peluru," kata Rio, Kamis (2/9).
Begitu pun Iksan Mangge. Pegawai Hubungan Masyarakat (Humas) Pemerintah Kabupaten Buol ini mengaku hanya keluar rumah beli kue untuk buka puasa. Namun tiba-tiba saja ada polisi yang menembak. "Waktu itu saya tidak tahu kalau ada polisi. Tiba-tiba saya ditembak," ujar Iksan.
Iksan tak bisa berdiri lama karena luka tembak tembus dari punggung ke perut kiri masih sering mengelarkan darah.
